Kisah Perdebatan Konyol Murid Pandai Dan Bodoh Yang Penuh Pesan Moral

Kisah Perdebatan Konyol Murid Pandai Dan Bodoh Yang Penuh Pesan Moral - Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengalami perbedaan pendapat dengan orang lain. Terkadang perbedaan pendapat tersebut berujung dengan perdebatan sengit yang tak kunjung menemui titik terang. Bahkan tak jarang hingga berujung kontak fisik dan permusuhan.

Nah agar perbedaan tidak berujung pada perkelahian atau permusuhan. Baiknya kita bicarakan berbedaan pendapat tersebut dengan baik-baik tanpa harus menggunakan emosi. Berbicara tentang perbedaan pendapat, ada sebuah kisah unik yang bisa menjadi renungan bagi kita semua, bahwa memperdebatkan perbedaan pendapat tidaklah akan menyelesaikan masalah, justru akan menambah masalah baru. Nah berikut kisah perdebatan konyol murid pandai dan bodoh yang penuh dengan pesan moral.

Kisah perdebatan ini berasal dari Tiongkok, dimana di Tiongkok ada seorang guru yang terkenal dengan ketegasan dan kejujurannya. Namun suatu ketika ada 2 murid yang menghadap guru tersebut, mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik.
Kisah Perdebatan Konyol Murid Pandai Dan Bodoh Yang Penuh Pesan Moral
Kisah Perdebatan Konyol Murid Pandai Dan Bodoh Yang Penuh Pesan Moral
Kedua murid tersebut ternyata memperdebatkan tentang hasil dari perkalian antara 3 x 7, dimana murid pandai mengatakatan 21 sedangkan murid bodoh mengatakan 27. Murid bodoh meminta kepada murid pandai untuk meminta guru yang dikenal tegas tersebut menjadi jurinya siapa yang benar diantara mereka berdua.

Murid bodoh mengatakan dengan sangat yakin "jika saya yang benar 3x7=27, maka engkau harus mau dicambuk 10 kali oleh guru. tapi jika kamu yang benar, yaitu 3x7=21, maka saya akan bersedia memenggal kepala saya sendiri"

"Katakan guru, siapa yang benar?" Tanya murid bodoh

Ternyata guru memilih memvonis 10 kali cambukan untuk murid pandai yang menjawab 3x7-21. Si murid pandai protes keras, namun guru tersebut menjawab "Hukuman ini bukan untuk hasil perhitunganmu, tetapi untuk ketidak Arifanmu yang mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalau 3x7 adalah 21"

Guru melanjutkan "Lebih baik aku melihat kamu dicambuk 10 kali dan menjadi arif, dari pada aku melihat satu nyawa terbuang sia-sia"

Dengan adanya kisah konyol tersebut, tentu kita dapat mengambil pelajaran berharga. Jika kita hanya sibuk memperdebatkan sesuatu yang tidak berguna itu juga sama salahnya atau bahkan lebih salah dari pada orang yang memulai perdebatan. Hal tersebut dikarenakan secara tidak sadar kita telah membuang banyak waktu dan energi untuk hal yang tidak penting.

Meskipun demikian, hal tersebut sering terjadi dalam kehidupan kita, hanya kita tak menyadarinya. Jadi jangan sampai kita membuang energi, pikiran dan waktu kita hanya untuk hal yang tidak penting.

Demikianlah informasi tentang Kisah Perdebatan Konyol Murid Pandai Dan Bodoh Yang Penuh Pesan Moral. Semoga informasi diatas bermanfaat dan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Terimakasih.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

wdcfawqafwef