Kisah Teladan Rasulullah Dengan Pengemis Buta Yahudi

Kisah Teladan Rasulullah Dengan Pengemis Buta Yahudi - Rasulullah SAW merupakan manusia yang paling sempurna di muka bumi, beliau merupakan suritauladan terbaik bagi semua umat manusia hingga akhir zaman. Beliau diutus di dunia untuk memberi kabar bahagia, serta untuk menyempurnakan akhlak manusia.  Apa yang Beliau lakukan merupakan panutan bagi semua orang.

Nabi Muhammad  SAW merupakan sosok mulia, beliau adalah pribadi yang suka menolong, rendah hati dan tidak pernah dendam meskipun Beliau selalu difinah dan di zalimi oleh orang kafir Qurais saat awal-awal dakwah. Nah berbicara tenga kerendahan hati Rasulullah SAW, ada kisah unik yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua terutama kaum muslimin. 

Alkisah. hiduplah seorang pengemis buta yahudi di sudut pasar di Madinah Almunawarah. Seorang pengemis buta yahudi tersebut setiap hari selalu mengolok-ngolok Nabi Muhammad SAW dengan selalu berkata " Wahai saudaraku, jangan pernah dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu membohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya, kalian akan dipengaruhinya".
Kisah Teladan Rasulullah Dengan Pengemis Buta Yahudi
Kisah Teladan Rasulullah Dengan Pengemis Buta Yahudi

Suatu hari Rasulullah SAW mendatangi pengemis buta yahudi tersebut. Beliau tak pernah mengucapkan satu katapun pada pengemis buta tersebut, namun setiap pagi beliau selalu menemani serta membawakan makanan dan menyuapi pengemis buta tersebut. Pengemis buta tersebut selalu berpesan kepada orang yang menyuapinya untuk tidak mendekati Muhammad, dia selalu berkata Muhammad pembohong, Muhammad tukang sihir dan lain sebagainya. Namun Rasulullah SAW selalu diam dan menyuapi pemengis buta tersebut dengan makanan yang dibawanya setiap

Hal tersebut terus dilakukan Rasulullah SAW, hingga beliau wafat. Dan pada suatu hari pengemis buta tersebut kehilangan sosok yang selalu menemaninya dengan lembut, dengan penuh kasih sayang dan orang yang setiap hari membawakan makanan dan menyuapinya. Orang yang selalu mendengarkan caci makinya terhadap Nabi Muhammad.

Suatu hari sahabat Abu Bakar berkunjung kerumah anaknya yang juga istri Rasulullah SAW, Aisah ra. Beliau bertanya kepada "Wahai anaku, adakah kebiasaan kekasihmu yang belum aku jalankan", Aisahpun menjawab " Wahai ayahku, engkau adalah orang ahli sunnah, dan semua kebiasaan Rasulullah SAW telah engkau jalankan kecuali satu hal" "Apa itu" Tanya Abu Bakar, Aisah menjawab "Setiap pagi Rasulullah SAW pergi kepasar dan membawakan makanan untuk pengemis yahudi yang berada disana".

Kesesukan harinya Abu Bakar pergi kepasar dengan membawakan makanan untuk pengemis yahudi tersebut. Pengemis buta tersebut begitu senang, sahabat yang dirindukannya datang kembali, dia bertanya kenapa beberapa hari ini tak pernah mengunjunganya, namun Abu Bakar diam saja, pengemis buta tersebut kembali mencela Rasulullah SAW dengan menggatakan Muhammad telah mati beberapa hari yang lalu sambil berkata cacian lainnya, Abu Bakar yang menyuapinya akhirnya tidak tahan dan menyuapi pengemis tersebut dengan kasar. Sontak hal itu membuat pengemis yahudi buta tersebut marah. Dia berkata " Siapa kau?", Abu bakar menjawab " Aku orang yang biasa" "Bukan, temanku tidak sepertimu, dia lemah lembut, tak pernah ku temui orang baik seperti dia, kau tidak seperti itu, kau bukan dia". Abu Bakar menahan air matanya, sambil menangis beliau berkata " Ya aku bukanlah orang yang biasa mendatangmu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang mulai yang biasa mendatangimu tersebut sudah wafat beberapa hari yang lalu". Mendengar jawaban abu bakar, pengemis buta tersebut menangis sambil berkata, belum pernah aku temui orang yang lemah lembut, penuh kasih sayang dan lain sebagainya. Kemudian Abu Bakar berkata "Maukah kau kuberi tahu siapa orang yang selalu memberimu makan setiap hari dan menemanimu setiap pagi", pengemis berkata " Siapa dia?" Abu Bakar menjawab "Dialah Muhammad Rasulullah SAW, Beliau telah meninggal beberapa hari yang lalu", pengemis buta tersebut kaget sambil bertanya "Benarkan demikian" Dia menangis sejadi-jadinya sambil berkata "Selama ini aku menghinanya, memfitnahnya, mencacimakinya, namun dia tak pernah memarahiku sedikitpun, dia malah selalu mendatangiku setiap pagi dengan membawakan makanan dan menyuapiku" Akhirnya pengemis buta yahudi tersebut bersahadat didepan Abu Bakar ra.

Demikiankah informasi tentang Kisah Teladan Rasulullah Dengan Pengemis Buta Yahudi yang selalu memfitnahnya. Sungguh pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Setiap perbuatan yang tidak menyenangkan yang kita dapatkan dari orang lain, bukan menjadi alasan bagi kita untuk memusuhi orang tersebut. Rasulullah SAW telah memberikan contoh pada kita semua untuk selalu berbuat baik kepada siapapun. Semoga informasi diatas bermanfaat. Terimakasih.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

wdcfawqafwef