Hukum Jualan Makanan Disiang Hari Dibulan Ramadhan

Hukum Jualan Makanan Disiang Hari Dibulan Ramadhan - Berjualan makanan disiang hari dibulan ramadhan tentu secara etis hal itu kurang baik, karena bisa membuat kekhusukan orang yang menjalankan ibadah puasa menjadi terganggu. Nah kali ini sedang ramai dimedia sosial tentang razia Satpo PP terhadap pedagang wateg yang bernama Bu Saeni diserang banten.

Banyak niteizen yang menanggapi razia dan penyitaan dagangan yang dilakuan Satpol PP kepada Bu Saeni, banyak yang mendukung razia tersebut karena Bu Saeni berjualan disiang hari bulan puasa, namun banyak pula yang mengecam aksi Satpol PP, bahkan tidak hanya mengecam saja, nitizen juga menggalang dana untuk Bu Saeni yang kabarnya sudah mencapai 100 juta rupiah.

Nah menanggapi hal demikian, kami akan menjelaskan tentang hukum berjualan makanan dibulan Ramadhan agar kita lebih mengerti, dan tidak mudah terprofokasi ini dan itu. Berikut penjelasan mengenai hukum menjual makanan disiang hari dibulan ramadhan.
Hukum Jualan Makanan Disiang Hari Dibulan Ramadhan
Hukum Jualan Makanan Disiang Hari Dibulan Ramadhan
Untuk menjawab pertanyaan hukum jualan makanan disiang hari dibulan puasa, kita mengcu pada salah satu ayat Al-Qur'an yang mempunyai arti "Janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan maksiat" (Q.S. Maidah : 2).

Sekalipun penjual makanan disiang hari dibulan ramadhan tersebut tidak melakukan maksiat, namun mereka telah membantu orang lain untuk melakukan kemaksiatan. Maksiat adalah musuh kita semua, bukan malah dibantu. Tidak berpuasa disiang hari tanpa uzur, jelas itu perbuatan maksiat bahkan dosa besar. Rasulullah bersabda untuk orang yang tidak berpuasa dibulan ramadhan tanpa uzur. "Dia digantung dengan mata kakinya terjungkil, pipinya soberk dan mengalirlah darahnya" (Hr. Ibnu Hibban)

Berbagai jawaban seputar menjual makanan disiang hari dibulan ramadhan

- Saya menjual makanan atau nasi untuk sopir-sopir truk yang dianggap melakukan perjalanan jauh

Jawabannya "Itu hanya alasan anda, orang islam yang kuat imannya meskipun seorang supir dia tidak akan dengan mudah membatalkan puasanya. Jika seandainya mereka benar-benar berniat ingin membatalkan puasanya, mereka akan membawa bekal, karena malu jika harus membeli makanan disiang hari dibulan ramadhan. Jadi asalan anda menjual makanan pada sopir, itu justru membuat sopir enggan berpuasa, dan anda menolong orang dalam kemaksiatan. Lagipula apa anda akan melarang orang lain yang bukan supir untuk membeli makanan anda, tentu tidak, karena hal itu cuma alasan anda saja

- Saya menjulan makanan untuk orang sakit

Anda beralasan demikian, apakah anda selalu menanyakan kepada semua pembeli anda apakah dia sedang sakit?. Tentu tidak, kerena itu hanyalah alasan anda saja. Andaikan orang yang beriman sedang sakit, dia tidak akan membeli makanan ditempat umum, dia akan memasak sendiri dirumah dengan meminta bantuan keluarganya atau orang terdekat.

- Saya menjual makanan untuk orang non-muslim

Dilarang hukumnya menjual makanan untuk orang non mulsim disiang hari dibulan ramadhan, meskipun mereka tidak berpuasa. Meskipun kita tidak bisa melarang mereka untuk tidak makan dan minum, namun sebagai orang muslim hal itu dilarang. Dan juga apa anda hanya menyediakan dagangan anda untuk non muslim, apa anda selalu menyanakan kepada pembeli tentang agama mereka, meskipun calon pembeli anda orang muslim dan anda tahu kalau dia benar-benar muslim, apakah anda akan melarangnya untuk membeli makanan anda disiang hari, tentu tidak, jadi itu hanya asalan anda saja.

- Saya berjualan makanan dengan ditutupi kain atau korden

Sudah dijelaskan di dalam Al-Qur'an jika kita semua dilarang tolong menolong dalam kemaksiatan. Menjual makanan disiang hari dibulan ramadhan merupakan menolong bahkan memberi jalan orang untuk tidak berpuasa atau berbuat maksiat, meskipun warung makan anda ditutupi kain. Orang yang awalnya niat berpuasa, karena ada penjual makanan menjadi tergoda dan hal itu membukakan jalan bagi dia untuk berbuat maksiat dengan membatalkan puasa.

- Solusi untuk orang yang memiliki usaha makanan atau warung makan

Solusi terbaik bagi anda yang memiliki usaha warung makan yaitu mengganti dagangan anda dengan hal lain. Namun jika hal itu tidak memungkinkan, anda bisa berjualan makana ketika menjelang mahgrib yaitu menyediakan mereka yang akan berbuka puasa.

Demikianlah informasi tentang hukum berjualan makanan disiang hari. Dengan adanya keterangan ini, sudah jelas dengan berbagai alasan berjualan makanan disiang hari dibulan puasa adalah haram, dan dilarang. Semoga penjelasan ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Terimakasih.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

wdcfawqafwef