Pernikahan Sejenis Dibali Yang Menghebohkan Sosial Media

Pernihakah adalah moment yang sakral yang di tunggu-tunggu oleh sepasang kekasih. Ya dengan jalinan pernikahan berarti berakhirlah petualangan cinta seseorang. Pernikahan adalah jalinan untuk mengikat diri antara pria dan wanita dengan suka rela untuk mewujudkan kebahagiaan hidup berkeluarga yang diliputi kasih sayang dan ketentraman.

Pernikahan memang harus pria dan wanita, namun bagaimana jika pernikahan tersebut terjadi antara sesama pria atau sesama wanita. Mungkin hal itu sudah biasa terjadi di Eropa, namun tidak dengan negara kita Indonesia. Indonesia adalah negara beragama dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama juga norma-norma. Namun akhir-akhir ini sosial mendia di hebohkan dengan beredarnya foto-foto pernikahan sejenis yang di duga dilakukan di pulai Dewata Bali, tentu hal ini sangat mencengangkan sekali.

Foto-foto pernikahan sejenis tersebut diduga berlangsung di salah satu hotel di Ubud.  Saat ini pernikahan sejenis tersebut tak hanya rame menjadi pembicaraan di Bali saja, namun juga di berbagai media sosial di negeri kita Indonesia. 

Pernikahan Sejenis Dibali Yang Menghebohkan Sosial Media

Menanggapi hal demikian, Majelis Ulama Desa Pakraman (MUDP) tak tinggal diam dengan beredarnya foto pernikahan sejenis tersebut. Bahkan majelis tertinggi adat diBali langsung menerjunkan tim untuk mengintivitasi keberanan akan adanya pernikahan sejenis tersebut.

Pernikahan Sejenis Dibali Yang Menghebohkan Sosial Media
Ada tiga foto yang di unggah ke media sosial. Foto pertama terlihat sepasang sesama jenis yang diduga WNI dan WNA membaca janji suci pernikahan di depan pemangku adat dan dua remaja yang berakaian adat Bali.

Pernikahan Sejenis Dibali Yang Menghebohkan Sosial Media

Foto ke dua, salah satu pri berlutut sambil mencium wanita (sungkem) yang di duga orang tuanya. Dan foto ketiga, pasangan sesama jenis tersebut saling menggenggam erat tangan mereka. Mendengar kabar tersebut, Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan mengecam jika pernikahan tersebut benar terjadi diwilayahnya.

"Ini gak boleh terjadi di Bali, apalagi bahwa agama Hindu sangat dilarang itu, karena itu mesti kita tegur, persisnya dimana itu tempatnya. Coba tanyakan kalau ada waktu kepada majelis desa Pakraman atau majelis desa Madya karena itu satu aib lagi dan itu tabu" Tegas Pastika di Denpasar.

Ketua Majelis Ulama Desa Pakraman (MUDP) Suwena menjelaskan tim yang mengintivitasi pernikahan sejenis tersebut terdiri dari majelis Alit, dan Majelis Madya yang diduga menjadi tempat terjadinya pernikahan tersebut. Hanya saja dalam hal ini ada 2 versi sosial keberadaan tempat yang menjadi lokasi pernikahan sejenis tersebut. Ada yang menyebutkan di hotel di kawasan Ubud, Gianyar dan ada yang menyakinkan itu disebuah villa pinggir pantai Karangasem.

Menurut Suwena jelas dari segi hukum dan UU Pernikahan di Indonesia, pernikahan sejenis itu dilarang. Dalam agama Hindu sendiri, jika memang ada pernikahan sejenis maka sanksi atau hukumannya dikembalikan pada desa adat masing-masing.

Yang jelas pihaknya melarang keras dan mengecam terjadinya pernikahan sejenis tersebut yang mengambil lokasi diBali. Atas hal ini, MUDP menghimbau dan mengajak kerja sama semua pihak agar bisa menjaga pulau Bali agar bermartabat di Dunia Internasional bukan malam mencorengnya.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

wdcfawqafwef