Alasan Kenapa Keluarga Besar Selalu Bertanya "Kapan Kamu Menikah?"

Pertanyaan "Kapan kamu menikah?" memang menjadi momok bagi sebagian besar kaum muda disaat menghadiri acara keluarga, terlebih jika sudah memasuki usia matang namun belum memiliki pasangan. Hal ini tentu sangat menyakitkan jika pertanyaan tersebut terus-terusan dilontarkan kepadanya. Bahkan karena sangking jengkelnya banyak anak muda yang tidak mau menghadiri acara keluarga.

Lebaran telah tiba, tentu akan banyak acara keluarga yang akan kita hadiri. Bagi yang belum menikah atau masih jomblo, hal ini tentu jadi masalah, karena mereka takut akan ditanya "Kapan kamu akan menikah?" oleh keluarga besar. Lalu apasih sebenarnya alasan keluarga besar selalu menanyakan "kapan kapan kamu menikan?" yang menjadi momok bagi kaum muda zaman sekarang.

Wakil Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta yang juga seorang sosiolog mencoba untuk menjawabnya. Ada perubahan peran sosial antara orang tua dan anak, dalam hal menentukan siapa yang bakal jadi pasangan anak mereka. Hal itu biasanya sudah akan dikhawatirkan oleh para orang tua atau bahkan kerabat lainnya, jika si anak tersebut telah memasuki usia matang untuk membina sebuah rumah tangga.

Alasan Kenapa Keluarga Besar Selalu Bertanya "Kapan Kamu Menikah?"

"Di dalam budaya masyarakat kita, pernikahan tidak hanya urusan dua orang yang bersangkutan, tapi juga urusan orang tua. Biasanya kan dulu orang tua yang tanggung jawab mencarikan jodoh untuk anaknya, dijodohin. Tapi sekarangkan anak gak mau di jodohin. makannya orang tua hanya bisa peduli dengan cara menanyakannya" Ujar Musni, Wakil Rektor tersebut.

"Namun perkembangannya, tanggung jawab dan kepedulian orang tua itu hari ini belum sepenuhnya hilang. Terutama deisebagian besar masyarakat kita. Dimana masih banyak orang yang berharap dan beranggapan bahwa orang tualah yang berwenang mencarikan jodoh bagi anaknya" Tambah Musni.

Hal inilah yang membuat para orang tua, kerabat dan bahkan keluarga besar selalu menanyakan "Kapan kamu menikah?". Sebab peran dan cara orang tua saat masih zamannya menjodohkan mereka yaitu memilih bibit, bebet, dan bobot calon pasangan mereka, namun kini harus dilakukan sendiri anak mereka untuk mencari pasangan hidup.

Hal ini semakin diperparah dengan tersedianya media sosial yang menyediakan layanan kencan online dan saling berkenalan. Orang tua semakin khawatir karena anak mereka kerap percaya dengan orang yang baru di kenal dan ditemui dari media sosial tersebut.

Di zaman sekarang banyak juga para kaum muda yang disibukan dengan masalah pekerjaan, hal ini yang mengakibatkan lingkungan terbatas dan akibatnya menjadi kesulitan mencari pasangan hidup. Sebagai rasa kepedulian biasanya keluarga atau kerabat menanyakan hal itu. Mereka ingin mencoba membantu jika seandainya keponakanannya kesulitan dalam menemukan jodohnya.

Demikianlah alasan kenapa keluarga besar selalu bertanya "Kapan kamu menikah?". Mereka khawatir anak atau keponakannya kesulitan atau salah dalam memilih pasangan hidup. Semoga informasi diatas bermanfaat. Terimakasih.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

wdcfawqafwef