Perampok Ini Menangis Ketika Diadili Hakim Yang Tak Lain Teman Sekolahnya Dulu

Kisah amat memalukan dialami oleh perampok asal Amerika Serikat. Bagaimana tidak, 2 sahabat berprestasi diwaktu sekolah ini dipertemukan dalam keadaan yang berkebalikan. Athur Booth tersipu malu sambil menangis ketika dia sedang diadili oleh hakim yang tak lain adalah teman masa sekolahnya dulu yang bernama Mindy Glazer karena kasus perampokan yang dia lakukan.

Booth dan Glazer merupakan teman baik sekaligus murid berprestasi pada masa sekolahnya. Mereka bedua sekolah di Sekolah Menengah Nautilus, Florida, Amerika Serikat. Booth merupakan pelajar yang baik dan atlet sekolah, sedangkan Glazer melanjutkan studynya di sekolah hukum.

Kedua sahabat yang telah lama terpisah ini dipertemukan dalam keadaan yang tak terduga, yaitu ruang pengadilan, dimana Glazer menjadi hakim atas kasus perampokan yang dilakukan sahabatnya Booth. Betapa malu dan sedihnya Booth menyesali perbuatannya ketika bertemu dengan sahabat lamanya.
Terdakwa perampok ini menangis bertemu hakim teman sekolahnya dulu

Awal mulanya Booth tidak menyadari jika hakim yang mengadili dirinya tak lain adalah teman lamanya sendiri. Dia berjalan menuju ruang pengadialn denga mengenakan baju terdakwa berwarna jingga dan berdiri didepan hakim. Sang hakim kemudian menanyakan kepada Booth apakah dia pernah sekolah di sekolah menengat Nautilus, di pantai Miami.

Dengan penuh emosial dan terkejut Booth menjawab pertanyaan sang hakim.

"Ya Tuhan, Ya Tuhan" kata dia sambil tersedu-sedu.

Kemudian Glazer yang tak lain hakim dalam peradilan tersebut mengatakan kepada para hadirin jika Booth dulunya orang baik dan paling berprestasi di sekolahnya. Dia suka penasaran bagaimana nasib Booth dikemudian hari.

"Saya dulu suka bermain bola dengan dia, semua anak-anak suka, tapi apa yang terjadi sekarang ini, saya sedih melihat ini" Kata Glazer 

Sepupu Booth, Melissa Miller mengatakan jika dulunya Booth orang yang baik dan siswa berprestasi juag atlet sekolah, Namun narkoba telah menjeruskannya kelubang hitam kehidupan dan menjadi pelaku kriminal.

"Ini mengingatkan betapa cerdasnya dia dulu, ia seorang sarjana, atlet, dan menguasai 2 bahasa" Kat Miller.

"Sungguh menyedihkan. Hati saya sedih. Kami berusaha meminta pertolongan karena dia sungguh butuh bantuan"

Glazerpun akhirnya menjatuhkan hukuman padanya. "Saya harap anda setelah vonis ini dan menaati hukum" kata dia.

Glazer lalu membebaskan teman lamanya tersebut dengan syarat membayar uang jaminan senilai Rp. 588 juta. Booth kini masih didalam penjara.

Kisah dua sahabat ini menjadi pelajaran berharga buat kita. Secerdas apapun seseorang dan sesuksesan apapun seseorang, semuanya akan sirna jika narkoba telah menguasai kehidupannya. Begitu berbahayanya narkoba, oleh sebeb itu jangan perna kita semua mendekati atau bahkan coba-coba dengan narkoba. Semoga informasi diatas bermanfaat. Terimakasih.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

wdcfawqafwef