Ahli Matematika Ini Berhasil Menemukan Cara Menghitung Cinta

Cinta adalah sesuatu yang ada di dalam hati yang tidak ada yang tahu jika tidak diungkapkan. Cinta merupakan kasih sayang dan ketulusan yang diberikan kepada orang lain entah kepada kekasih, saya, ibu, anak atau teman. Karena cinta orang bis bahagia dan karena cinta pula orang bisa merasakan kesedihan yang begitu mendalam.

Cinta yang selama ini kita ketahui tidak bisa diukur dengan apapun, namun hal itu tidak berlaku bagi ahli matematika bernama Hannah Fly.  Selama ini ahli matematika hanya di anggap sebagai orang yang ahli dalam perhitungan angka saja. Namun ahli matematika asal University College London (UCL), mengaku telah menemukan rumus cinta yang selama ini dicari oleh para penyair dan filsuf.

Pertanyaan yang selama ini tidak terjawab seperti apakah cinta sejati? Atau bagaimana cara membuat cinta bertahan lama? Hannah memiliki jawaban tersendiri. Jawabannya cukup sederhana, Jika hubungan cinta ingin bertahan lama, pasangan harus berbuat baik satu sama lain. Tak hanya itu saja, Hannah juga memiliki rumus matematisnya.

Hannah menjelaskan jika alat prediksi terbaik untuk mengetahi panjang pendeknya hubungan adalah tingkat positif dan negatif yang diberikan seseorang pada pasangannya. Begitu juga dengan sebaliknya.Walaupun terdengar remeh, namun Hannah dapat membuat grafik dan rumus terkait tentang teorinya tersebut. Berikut grafik dan rumus cinta sejati.

Ahli Matematika Ini Berhasil Menemukan Cara Menghitung Cinta
Ahli Matematika Ini Berhasil Menemukan Cara Menghitung Cinta

Dalam bukunya "Mathematics of Love" Hannah menjelaskan salah satu hasil penelitian psikolog John Gottman yang mengamati 100 pasangan melalui ekspresi wajah, detak jantung, tekanan darah, dan kalimat yang digunakan untuk percakapan dengan pasangannya. Pasangan yang bisa bertahan lama adalah yang memenuhi sisi positif dan sebaliknya, pasangan yang lebih cepat karena lebih memenuhi sisi negatifnya.

"Dalam hubungan yang positif, perilaku buruk di nilai memiliki penjelasan. Misalnya ketika suami terlihat murung, sang istri berpendapat itu adalah karena stres pekerjaan dan berusaha untuk menghiburnya. Sementara pada hubungan yang negatif, sikap murung suami dilihat sebagai bawaan dan dianggap sebagai sikap egois oleh istrinya. Hasilnya adalah interaksi yang negatif" Ungkap Hannah.

Dalam penelitiannya, Gottman dan Jammes Murray menemukan bahwa pengaruh pasangan terhadap satu sama lain adalah faktor penting dari suatu hubungan. Jika suami memberikan pengaruh positif, kemungkinan sang istri juga akan memberikan hal yang positif juga.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

wdcfawqafwef