Ashin Wirathu, Fir'aun Modern Kini Menjadi Sorotan Dunia

Biksu Budha Ashin Wirathu mendadak menjadi sorotan dunia. Hal ini dikarenakan adanya tragedi pembantaian dan pengusiran terhadap muslim Rohingya yang banyak dikaitkan dengan Ashin. Kini Ashin disebut sebagai Fir'aun jaman modern. Wajahnya yang tenang pakaian sederhana selayaknya biksu biasa, ternyata sangat bertolak belakang dengan apa yang dilakukannya. Apa yang dilakukannya tersebut tidak mencirminkan jika dia seorang biksu.

Ashin kini menjadi sorotan dunia, Wajahnya menghiasi berbagai sampul majalah. Majalah barat tak kurang dari majalah Time, New York Times, sampai Woshington Post melabelinya sebagai pembenci Muslim. Ashin Wirathu disebut sebagai penggerak kaum Budha di Myanmar untuk melakukan pembantaian terhadap orang-orang muslim Rohingya.

Wajah Ashin menghiasi sampul majalah Times yang berjudul "The Face of Budhhist Terror". Seperti yang dikutip dari majalah tersebut Ashin berkata "Sekarang bukan saatnya untuk diam". Perkataan Ashin ini merujuk pada kekerasan yang dilakukan terhadap muslim Rohingya.


Tidak hanya majalah Times saja. Majalah Woshington Post juga  menyorot sepak terjang Ashin yang disebut sebagai pemimpin dalam pergerakan pembantaian yang dilakukan terhadap muslim Rohingya. "Kamu bisa saja penuh cinta dan kebaikan, tapi kamu tidak akan pernah bisa tidur tengan disebelah anjing gila" Turu Ashin dalam kutipan majalah Woshington Post. Anjing gila yang di maksut adalah kaum muslim Rohingya.

Ashin juga secara terang-terangan berceramah di depan jama'ahnya disebuah kuil dengan menyebut bahwa muslim Rohingya adalah musuh. Majalah New York Times menulis jelas bagaimana kebencian Ashin terhadap muslim Rohingya.

Pembantaian besar-besaran dan pengusiran terhadap muslim Rohingya membuat kondisi muslim Rohingya mengkhawatirkan. Mereka terusri dari rumah mereka sendiri di Myanmar. Pemerintah Myanmar pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Ribuan warga muslim Rohingya dalam beberapa pekan terakhir terpaksa diselamatkan oleh nelayan Aceh ketika mereka terombang-ambing dalam kapal dengan kondisi yang begitu mengenaskan. badan mereka kurus dan kelaparan.

Kebencian warga Budha Myanmar bersumber dari gerakan anti muslim yang dikenal dengan nama 969, dimana Ashin Wirathu adalah pemimpin dari gerakan tersebut. Saat ini logo 969 menjadi logo palIng terkenal di Myanmar, loto tersebut banyak ditempel di pintu-pintu, di dinding, di mobil, di taxi, di toko dan di berbagai tempat lainnya.

Umat Budha Myanmar mendukung 969 karena beralasan AshinWirathu hanya bermaksut melindungi dan menyebarkan agama Budha di negara mereka. Ashin menyebarkan gerakan 969 dimulai pada tahun 2001 ketika Taliban berhasil menghancurkan patung Budha di Bayiman, Afganistan, 2 tahun kemudia Ashin ditanggal dan di vonis 25 tahun penjara. Namun pada tahun 2011 lalu di dibebaskan ketika ada amnesti bagi tahanan politik. Sejak tahun kemarin gerakan 969 menyebar luar di Myanmar dengan tujuan mengusir orang Muslim.


Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

wdcfawqafwef