Inilah Arti Selogan "Piye Kabare, Iseh Penak Jamanku Tho?" Milik Pak Harto

"Piye kabare, iseh penak jamanku tho" Itulah selogan dengan bergambar pak Harto dengan melambaikan tangan. Selogan tersebut sering sekali kita jumpai entah dimanapun, di angkutan, dipasar, di sepanduk, dan juga di media-media sosial sperti facebook dan lain-lain. Kalimat dengan bergambar mantan persiden orde baru tersebut memang mengundang banyak perhatian orang, sehingga banyak orang yang dengan sengaja memajang gambar tersebut.

Memang tidak dipungkiri, masyarakat Indonesia masih merindukan pemerintahan Soeharto. Masyarakat menilai hidup dijaman orde baru lebih sejahtera dibanding jaman sekarang. Karena hal tersebutlah muncul selogan "Piye kabare, iseh penak jamanku tho" dengan gambar pak Harto yang tersenyum sambil melambaikan tangan.

Menurut sosiolog Musni Umar, selogan itu memang tidak salah, hal ini dikarenakan masyarakan sangat mudah untuk membeli kebutuhan pokok pada jaman orde baru, sangat berbeda sekali dengan jaman sekarang. "Itu sebabnya sangat normal, rakyat kita masih sehat masih normal. Dulu dijaman Soeharto apa-apa murah, setelah refotmasi sembako mahal, yang paling menderita rakyat yang tidak punya penghasilan tetap. Sebenarnya kerinduan rakyat ke Soeharto itu karena sembako itu" Ujar Musni Umar.

Inilah Arti Selogan Piye Kabare, Iseh Penak Jamanku Tho Milik Pak Harto

Setelah reformasi memang ekonomi Indonesia diserahkan pada mekanisme pasar. Oleh sebab itu pengusaha yang memiliki modal besar akan dengan mudah menguasai perekonomian. Akibatnya harga kebutuhan pokok tidak dapat dikontrol oleh negara. Rakyat kecil menjerit dan merindukan masa orde baru yang serba murah.

Lebih jauh dia menambahkan jika permasalah di Indonesia hanya berkisar soal cara mencukupi kebutuhan pokok. Jika yang pokok ini tidak mampu dipenuhi, maka efeknya yaitu bakal mendorong orang untuk betbuat jahat.

"Masalah sekarang ini kan perut, tidak bisa menunggu 3 tahun lagi setelah pembangunan berjalan. Ini semua ada hubungannya dengan kejahatan yang terjadi di masyarakat yang ujung-ujungnya. Kenapa banyak pelacuran, karena mau makan, dia tidak ada pendidikan tinggi, satu-satunya jalan, ya menjadi pelacur" tutur dia.

"Rakyat jelata tidak lebih baik, tapi perspektif akademis dan aktivis lebih baik karena bisa bicara, mengritik dimedia yang dimasa orde baru tidak ada kebebasan. Tapi rakyat tidak butuh, rakyat butuh perutnya terisi, dapat pekerjaan lalu dapat uang dan bisa memberi makan anaknya" Lanjut dia.

Selogan "Piye kabare, iseh penak jamanku tho" itu memang menggambarkan jika masyarakat Indonesia sangat merindukan jaman kepemimpina pak Harto di orde baru, dimana pada jaman tersebut hidup terasa mudah, mencari pekerjaan mudah, harga-harga sandang pangan juga semuanya murah, rakyat makmu tindak kejahatanpun jarang terjadi.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

wdcfawqafwef