Benarkah Adolf Hitler Di Makamkan di Surabaya Dan Masuk Islam Sebelum Kematiannya

Adolf Hitler siapa yang tidak kenal dengan Hitler. Aldolf Hitler adalah politisi Jerman dan ketua partai Nazi. Hitler merupakan orang yang pernah menghebohkan dunia dan membuat dunia kacau hingga meletusnya perang Dunia II. Dia menjabat sebagai Kanselir Jerman sejak tahun 1933 hingga 1945 dan diktaktor Jerman Nazi pada tahun 1934 hingga 1945. Hitler manjadi tokoh utama Nazi Jerman pada perang Dunia II.

Dari sekian banyak informasi tentang kematian Adolf Hitler tidak ada satupun informasi yang menyebutkan secara jelas apa penyebab kematian sang diktaktor nazi ini. Bagaimana sebenarnya akhir dari perjuangan pemimpin partai Nazi ini. Apakah benar Hitler dan istrinya Eva Braun bunuh diri setelah minum racun sianida. Lantas bagaimana hasil otopsi pihak Amerika ketika tengkorak Hitler di pamerkan pada tahun 2000 lalu ternyata adalah tengkorak seorang wanita.

Banyak para ahli sejarah yang meragukan kebenaran kematian Hitler karena racun di tahun 1945 tersebut. Bahkan akhir-akhir ini beredar informasi jika Adolf Hitler dimakamkan di Surabaya dan sebelum kematiannya Hitler telah memeluk agama islam. Bahkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut dan masih bingung dengan kebenaran kabar tersebut.

Makam tokoh diktaktor asal jerman tersebut disebut-sebut berada di sebelah barat Pusara Soetomo atau Bung Tomo, Tokoh perang 10 November di Surabaya di TPU Ngagel. Kata Ibu Risma di pusara yang diduga sebagai makam Hitler tersebut tertulis nama dokter Poch asal Jerman. Seoang dokter yang peranh bekerja di RSUD dr Soetomo Surabaya.
Adolf Hitler Di Makamkan di Surabaya Dan Masuk Islam Sebelum Kematiannya

Bukti Adolf Hitler di Indonesia


Banyak orang bertanya-tanya bagaimana cara Hitler sampai ke Indonesia dan menjadi WNI. Bagaimana bisa dia bekerja sebagai dokter dan sampai pertemuan Hitler dengan wanita sunda yang akhirnya menjadi isterinya. Keberadaan Hitler di Indonesia juga diperkuat oleh pengakuan dr Sosro Husodo yang pernah bertemu dengan Hitler di Sumbawa besar, dan semuanya itu dilengkapi dengan berbagai bukti pendukung seperti foto-roto yang akurat.

Hitler masuk ke Indonesia pada tahun 1954 dengan menggunakan nama palsu yaitu Dokter Poch. Pada awalnya dokter Poch tinggal di Dompu lalu pindah ke Bima, selanjutnya pindah ke kabupaten Sumbawa Besar yang kemudian bekerja di Rumah sakit Sumbawa Besar. Semua masyarakat kenal dengan dokter yang memiliki julukan Dokter Jerman tersebut.

Salah satu peninggalan Hitler di Indonesia adalah buku catatan kecil berwarna coklat. Didalam buku kecil tersebut tercatat nama-nama teman dan kolega Hitler yang sama persis dengan yang ada di sejarah Eropa. Demikian pula dengan tulisan tangan yang ada di buku tersebut, sangat mirip sekali dengan tulisan tangan Hitler. Buku tersebut mempunyai arti yang sangat bersar karena buku tersebut merupakan bukti autentik jika dokter Poch adalah Hitler.

Dokter Poch menikah dengan Sulaesih dan memeluk islam pada tahun 1964. Aris Zulkarnaen, salah satu saksi keberadaan dokter Poch mengatakan jika dokter Poch mempunyai 2 kepribadian yang bertolak belakang, yaitu pemarah dan suka bercanda. Kata Aris yang paling menonjol dari doter poch adalah ketika menyetir mobil,  pada saat itu jalan di Sumbawa belum sebagus sekarang, namun dokter tersebut dapat menyetir dengan satu jari, sungguh luar biasa, hal itu membuktikan jika dokter tersebut adalah mantan tentara. Masyarakat di sekitar juga memperkirakan jika dokter Poch adalah mantan tentara Nazi.

Dokter Sosro yang juga pernah bertemu dengan dokter poch menceritakan jika dokter poch tidak bisa berjalan normal. Dia selalu menyerat kali kirinya saat berjalan, kemudian tangan kirinya selalu bergetar. Menurut dokter Susro, dokter Poch sangat misterius, dia tidak memiliki lisensi untuk menjadi dokter, bahkan dia sama sekali tidak memiliki keahlian tentang kesehatan.

Dokter Sosro pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu bergetar, saat menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch kemudian bertanya kepada istrinya yang kemudian dijawab "Ini terjadi ketika Jerman kalah dipertempuran dekat Moskow, saat itu Goebbels mengatakan padamu jika kamu (Hitler) memukuli meja berkali-kali". Goebbels sendiri adalah Joseph Goebbe menteri propaganda Jerman yang dikenal sangat loyal kepada Hitler. Kata dokter Sosro istrinya poch juga sering memanggil suaminya dengan panggilan "Dolf" yang diduga pendekatan dari "Adolf Hitler".

Pengakuan Dokter poch kepada Sulaesih istrinya jika dia adalah memang Adolf Hitter yang sebenarnya, juga merupakan bukti jika Hitler benar-benar ada di Indonesia. Terdapat pernyataan Stanlin, bahwa yang tewas di Bunker di Jerman tersebut bukanlah Hitler asli dan dibagian akhir ini juga menceritakan akhirnya sang diktaktor tersebut meninggal di Indonesia.

Keberadaan Hitler di Indonesia juga semakin diperkuat ketika konfrensi Postdam tahun 1945, Stanlin menyatakan bahwa mayat Hitler tidak ditemukan, Stanlin menduga Dewa Nazi ini lolos dan kabur ke Amerika latin atau Spanyol. Dan tak lama kemudian ada kabar jika Hitler kabur menggunakan kapal selam ke sebuah pulau, namun tidak ada yang tahu pulau mana yang di tuju Hitler. 

Dunia internasional tidak menyadari jika ternyata Dewa Nazi ini bersembunyi dengan aman di Sumbawa besar dan meninggal di Surabaya. Jasatnya di makamkan di pemakaman umum muslim di Ngagel.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

wdcfawqafwef