Cara Tepat Tangani Diare Pada Anak

Diare adalah penyankit dimana kita sering BAB. Seperti yang kita ketahui bersama orang dewasa normalnya buang air besar sebanyak satu atau dua kali, sedangkan pada penyakit diare, buang air besar lebih sering dari tiga kali dalam sehari. Namun pada anak frekuensi BAB normal bisa sering dari orang dewasa, maka jangan langsung mengira bayi diare.

Sebelum anda mengobati diare yang diderita anak anda, anda harus mengetahui terlebih dahulu penyebabnya. Diare masih menjadi penyebab utama kematian anak di seluruh dunia. Menurut WHO, pada tahun 2004, diare merupakan penyebab kedua kematian pada anak di dunia dengan 1,5 juta anak meninggal setiap tahunnya. Sementara itu, badan PBB untuk anak -anak (UNICEF) memperkirakan, setiap 30 detik ada satu anak yang meninggal dunia karena penyakit diare. Tentunya penyakit ini sangat berbahaya buat anak, dan anda sebagai orang tua harus sigap dalam menanggapi penyakit ini.

Di Indosesia sendiri, angka kejadian diare juga masih sangat tinggi. Berdasarkan data hasil riset kesehaan dasar atau Riskesdas tahun 2007, diare menjadi penyebab kematian 31,4% bayi berusia 29 hari hingga 11 bulan. Sekitar 162.000 batita meninggal dunia akibat diare setiap tahunnya atau sekitar 260 balita meninggal setiap hari.

Ketika diare, caran tubuh anak banyak yeng terbuang, begitu pula elektrolit penting yang menunjang fungsi tubuh. Karena itu banyak yang akhirnya menimbulkan kematian. Diare terjadi ketika anak mengalami buang air besar cair dengan frekuensi lebih sering dari biasanya selama lebih dari 3 hari, dan diare akan berlanjut selama 7-14 hari, jika lebih dari 14 hari sudah disebut diare persisten.

Selain sering buang air besar yang bentuknya cair, biasanya di sertai degan mual, demam, sakit perut, dan dehidrasi. Namun, jika bayi anda yang berusia dibawah satu bukan mengalami diare berat. Anda tak perlu kuatir, karen abayi yang baru lahir hingga usia 1 bulan akan sering mengalami diare 8-10 kali dalam sehari.

Hal ini wajar karena enzim laktase dalam permukaan usu halus bayi belum terentuk denga sempurna. Artimya, ketika dia mengkonsumsi air susu ibu (ASI) atau sus formula yang kadar laktasenya tinggi, sebagian diantaranya tidak dapat dihidrolisis atau dipecah. akibatnya snzim akan menarik cairan yang ada didalam sel.

Diare pada bayi perlu diwaspadai jika mengalami dehidrasi sedang dan berat. Tanda-tanda dehidrasi sedang adalah bayi merasa gelisa, mata cekung, air mata dan mulutnya kering serta sangat haus banyak minum. Sementara, tanda-tanda dehidrasi berat adalah bayi terlihat lesu. lunglai, matanya sangat cekung, mulut sangat kering, malas, serta tidak bisa minum.

Diare bisa diakibatkan oleh infeksi bakteri atau virus yang disebut rotavirus. Kasus diare yang paling sering terjadi di indonesia sebagian besar atau sekitar 84% karena infeksi rotavirus sehingga tidak memerlukan pengobatan antibiotik. Sementara, sisanya disebabkan oleh bakteri.

Obat antibiotik baru diperlukan jika diare tersebut disebabkan oleh bakteri. Untuk membedakan diare akibat bekteri atau diare karena rotavirus cukup mudah. Jika balita diberi makan selama enam jam kemudian diarenya berkurang maka kejadian diare disebabkan oleh virus.

Namun jika setelah puasa diarenya tidak berhenti, maka penyakit ini disebabkan oleh bakteri, untuk pengobatan diare yang disebabkan oleh virus, disarangkan meminum oralit saja karena minum air putih akan mengganti elektrolit yang terbuang. Suplemen zinc juga dapat dikonsumsikan untuk memperkuat regenerasi sel usus dan memperkuat sistem imum.

Zinc sebenarnya dapat dipengaruhi dari makanan sperti sayuran dan buah-buahan,  tetapi jumlahnya tidak cukup banyak untuk membantu mengatasi diare. Sementara untuk diare yang disebabkan oleh bakteri, pemberian antibiotik penting untuk menghentika erkembangan penyakit.

Baca juga:

5. cara tepat tangani diare pada anak
6. 7 tips ampuh mengobati batuk tanpa obat
7. cara ampuh menghilangkan bau mulut
8. 7 cara alami mengobati sariawan 
 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

wdcfawqafwef