Akibat Anggotanya Pada Tawuran, Golkar Diujung Kehancuran

Partai politik berlambang pohon beringin atau disebut dengan parta GOLKAR ini menjadi terpecah belah, saling pecat terjadi, kubu Aburizal bakri atau sering disapa dengan Ical ini memecat Yorrys Raweyai yang dianggap bikin  bikin onar, dan sebaliknya kubu Presidium Penyelamat Partai Golkar (PPG) yang telah memberihentikan Ical dari jabatannya.

Dimana kubu PPPG yang berseberangan, Ical dianggap pro-status quo dan anti-regenerasi. PPPG beranggotakan antara lain Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Hajriyanto Y. Thohari, Zainudin Amali, Agus Gumiwang, Lauren Suburian, Yorrys Raweyai, Agun Gunandjar dan Ibnu Munzir.

Perpecahan ini merupakan konsekuensi logis dari parpol yang mengalami demoralisasi dan hanya mengejar kuasa demi kepentingan dirinya sendiri. Perpecahan juaga melanda PPP dan PDI. Itulah politik yang tak kunjung dewasa, impersonal dan banal. Jika akademisi Eliseo Rocamora, melihat PNI/PDIP sebagai parpol nasionalis yang terus mencari ideologinya sendiri, maka Golkar boleh jadi parpol yang terus memburu kepentingannya sendiri.

Sejak jatuhnya Orba Soeharto, Golkar sebenarnya telah tersesak dan retak karena tak kunjung bersikap dewasa dan matang. Mula-mula pada tahun 1999 era Presiden Habibie, kubu jendral Edi sudradjat yang dikalahkan Akbar tanjung,memisahkan diri dan membentuk PKPI. Kemudian kubu wiranto membentuk Hanura dan kubu Surya paloh yang kalah dalam  Munas Golkar diriau pada era Presiden Sby, kemudian membentu partai Nasdem.

Sementara Prabowo membentuk partai Gerinda di tahun 2009, semua partai serpihan Golkar itu eksis dan punya kursi di DPR sampai hari ini, kecuali PKPI yang sangat marjinal, dan terdepak dari parlemen. Kunflik internal bukanlah hal yang baru, ini merupakan ornamen lama dari parpol yang sangat pragmatis dan kental sebagai warisan Orde Baru yang Otokratis-Patrimonialistis.

Pertarungan PPG versus Ical bakal mengubah peta kekuatan diarena politik nasional. Dan itu pertanda kualisi Merah putih menghadapi cobaan politi, Tak main-main, presidium (PPPG) mengklaim akan menyelenggarakan munas yang demokratis dan akuntabel, sesuai dengan AD/ART yang akan memberukan ruang kepada siapapun untuk maju.

Sejauh ini Ketua OC Munas IX Golkar, Ahmadi Nur Supit mengatakan kericuhan  dalam kedua kali dalam rapat pleno persiapan Munas IX yang dilaksanakan di kantor DPP Golkar, Angrrek Neli, Slipi, Jakarta selasa kemarin, didatangi oleh pihak yang ingin membawa Golkar keluar dari Koalisi Merah putih. Terlebih, eksekutor yang melakukan aksi anarki ini sudah diluar struktur Golkar.

Tudingan itu boleh jadi tdk sepenuhnya salah, namun faktor internal jelas yang paling dominan, dimana dialog dan musyawarah internal sudah macet dan buntu. Faksi-faksi yang saling bersaing, seakan mau menang sendiri.

Akibatnya, bagai bisul berpanah, letupan itupun pecah, Dan dari sinilahawal redu[nya Golkar terus berkelanjutan jika masing-masing kubu yang bersaing tdk mampu mengendalikan diri.

perpecahan ini kemungkinan akan bergabung ke Koalisi Jokowi dan atau Prabowo sesuai aspirasi masing-masing yang bertikai.


PPPG memastikan, Munas ke-IX yang digelar januari 2015 mendatang tidak melibatkan ketua umum Aburizal bakrei. PPPG tidak mengakui adanya munas yang digelar DPP Golkar pada 30 November mendatang. Presidium bakal menggelar musyawarah nasional IX pada Januari 2015. Perpecahan dalam tubuh Golkar tak bisa dikatakan karena pengaruh pihak luar. Sebab akar perpecahan itu sudah ada dalam beringin itu sendiri karena konflik kepentingan dan berlanjut fragmentasi dan faksionalisme dalam Golkar sendiri.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

wdcfawqafwef